الوجيز في صفة الوضوء
KEMUDAHAN DI DALAM SIFAT WUDHU’ NABI
Disusun Oleh :
Al-Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin as-Soronji, Lc,
Setiap muslim pastilah pernah berwudhu’, karena wudhu’ adalah salah satu syarat sahnya sholat. Tanpa wudhu’ tidak akan sah sholat seseorang. Namun, sudahkan kita memahami bagaimana kaifiyat wudhu’ yang benar sebagaimana yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam? Tahukah kita apa saja syarat-syarat dan rukun-rukun wudhu’? Apakah tasmiyah (membaca bismillah) ketika akan wudhu’ wajib ataukah tidak? Apa saja sunnah-sunnah dan pembatal-pembatal wudhu’? apakah tertidur, memegang kemaluan, menyentuh wanita dan memakan daging unta membatalkan wudhu’? Kapan saja kita dianjurkan untuk berwudhu’? dan lain sebagainya.
Risalah ini akan menjawab segala pertanyaan di atas secara rinci namun ringkas dan mudah. Risalah ini disusun oleh al-Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda as-Soronji, mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam –Jazzahullahu Khayrol Jazaa’-. Bagi yang ingin membaca artikel ini, silakan download ( PDF 579 kb)
Sumber Asli
Filed under: Fiqh












